Menjemput Fitrah di Antara Palu Keadilan dan Ketulusan Doa

-

Menjemput Fitrah di Antara Palu Keadilan dan Ketulusan Doa


Pulang Pisau | pa-pulangpisau.go.id

Ramadhan tahun ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah perjalanan batin yang melintasi ruang ganti peran—dari seorang hakim yang mencari kebenaran di ruang sidang, menjadi seorang ibu yang merajut kasih di rumah, hingga menjadi hamba yang bersimpuh di hadapan Sang Maha Adil.

Ramadhan mengajarkan bahwa kejujuran yang paling murni adalah saat kita merasa diawasi oleh Allah SWT meskipun tak ada mata manusia yang melihat. Nilai ini sangat relevan dengan amanah sebagai bagian dari Tim Pembangunan Zona Integritas. Puasa melatih kita untuk tidak hanya menjaga lisan dari ghibah, tetapi juga menjaga tangan dan hati dari segala hal yang mampu meredupkan cahaya keadilan.

Setiap kilometer yang ditempuh setiap harinya adalah saksi bisu perjuangan seorang ibu bekerja. Ramadhan mengingatkan bahwa lelahnya mengurus keluarga dan melayani masyarakat adalah bentuk ibadah yang nyata. Di sela-sela kepadatan jadwal sidang, momen-momen sederhana seperti menyiapkan anak-anak setiap pagi menjadi pengingat bahwa kasih sayang adalah bahasa langit yang paling membumi.

Jika di ruang sidang kita terbiasa dengan argumen dan bukti-bukti formal, maka malam-malam terakhir Ramadhan mengajak kita pada keheningan. Dalam hening itulah, setiap keputusan yang telah diambil direnungkan kembali. Apakah sudah memenuhi rasa keadilan? Apakah sudah membawa maslahat? Ramadhan memberikan kesempatan untuk "mengetuk palu" pada ego pribadi agar kita kembali pada fitrah yang suci.

Kini, saat gema takbir mulai lamat-lamat terdengar, doa tetap sama: Semoga kedisiplinan yang dibangun selama sebulan ini tidak ikut berlalu bersama Ramadhan. Semoga kita tetap menjadi pribadi yang tangguh, adil dalam bersikap, dan penuh kasih dalam mendidik generasi masa depan.

Selamat Idul Fitri 1447 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin.

“C.A.T. (Cepat, Aktual, dan Terpercaya), rm/Timred”