Lupakan Tips Biasa: 5 Strategi 'Out of the Box' untuk Ramadhan Lebih Berenergi
-
Lupakan Tips Biasa: 5 Strategi 'Out of the Box' untuk Ramadhan Lebih Berenergi
Pulang Pisau | pa-pulangpisau.go.id
PULANG PISAU – Bosan dengan tips Ramadhan yang itu-itu saja seperti "banyak minum air putih" atau "jangan melewatkan sahur"? Meskipun tips tersebut benar, terkadang kita butuh strategi yang lebih segar agar Ramadhan tahun ini terasa berbeda dan lebih optimal.
Hakim PA Pulang Pisau, Rahmatiah, akan secara khusus memberikan tips Ramadhan "unusual" (tidak biasa) yang bisa membantu rekan-rekan tetap produktif, segar, dan secara mental lebih tenang.
Memasuki minggu-minggu awal Ramadhan, banyak orang mulai merasakan penurunan energi dan fokus. Untuk melawan rasa kantuk dan "brain fog" saat berpuasa, para ahli gaya hidup mulai menyarankan beberapa metode yang mungkin terdengar unik, namun sangat efektif.
1. Digital Fasting (Puasa Media Sosial)
Bukan cuma perut yang puasa, jempol juga perlu. Scrolling media sosial ternyata menguras energi mental secara signifikan.
Logikanya: Paparan informasi tanpa henti membuat otak terus bekerja keras memproses data, yang akhirnya memicu rasa lelah meski rekan-rekan tidak bergerak.
Tips: Hapus aplikasi hiburan selama jam kerja atau jam puasa. Gunakan waktu luang untuk deep thinking atau sekadar mengistirahatkan mata.
Tips lain, gunakan Waktu untuk membaca Al-Qur'an setiap kali mulai terasa mengantuk disela-sela pekerjaan, tidak perlu banyak, hanya minimal 1 (satu) ayat setiap mulai mengantuk.
2. Aroma Terapi untuk Menipu Rasa Lapar
Terdengar aneh? Ternyata indra penciuman bisa memengaruhi pusat rasa lapar di otak.
Caranya: Gunakan minyak esensial dengan aroma Peppermint atau Vanilla. Aroma peppermint dikenal dapat meningkatkan fokus dan memberikan efek "kenyang" secara psikologis pada beberapa orang. Sebaliknya, hindari bau masakan yang terlalu tajam di siang hari jika Anda mudah tergoda. Beberapa merk minyak atau balsam memiliki aroma esensial mint dipadukan dengan wewangian "kalcer" khas anak muda seperti matcha, Sakura, dan lain-lain.
3. 'Power Nap' 15 Menit, Bukan Tidur 3 Jam
Banyak yang mengira tidur lama setelah Dzuhur adalah solusi. Faktanya, tidur terlalu lama (lebih dari 45 menit) justru menyebabkan sleep inertia, perasaan pening dan lemas saat bangun.
Strategi: Lakukan power nap maksimal 15-20 menit sebelum waktu Ashar. Ini akan meregenerasi sel saraf tanpa membuat rekan-rekan merasa "linglung" saat bangun.
4. Mandi Air Dingin di Siang Hari atau berwudhu
Saat tubuh kekurangan asupan cairan, suhu tubuh cenderung naik dan membuat kita merasa gerah serta emosional.
Manfaat: Mandi air dingin memicu respons noradrenalin dalam tubuh yang memberikan sentakan energi alami dan meningkatkan suasana hati secara instan. Ini adalah "kafein alami" tanpa perlu meminumnya. Wudhu pun sama, tidak terlalu memerlukan usaha seperti mandi, namun efek menyegarkan terasa praktis disaat ada deadline yang harus diselesaikan
5. Micro-Charity: Sedekah Keahlian
Jika biasanya sedekah hanya berupa uang atau makanan, cobalah sedekah mikro.
Contoh: Memberikan tutorial singkat pada rekan kerja yang kesulitan, merapikan sandal di masjid, atau menahan diri untuk tidak mengeluh di grup WhatsApp. Kebaikan kecil ini memicu pelepasan hormon dopamin yang membuat rekan-rekan merasa bahagia dan "berisi" secara spiritual sepanjang hari.
Ramadhan adalah tentang mengendalikan diri, bukan sekadar memindahkan jam makan. Dengan mengubah kebiasaan kecil yang tidak biasa ini, tubuh dan pikiran rekan-rekan akan lebih sinkron dalam menjalani ibadah.
“C.A.T. (Cepat, Aktual, dan Terpercaya), rm/Timred”

