Meresapi Makna Hari Ibu Sebagai Simbol Kasih Tanpa Batas
-
Meresapi Makna Hari Ibu Sebagai Simbol Kasih Tanpa Batas
Pulang Pisau | pa-pulangpisau.go.id
Rabu, 17 Desember 2025, Perayaan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember bukan sekadar seremoni tahunan atau sekumpulan ucapan manis di media sosial. Di balik keriuhan perayaannya, Hari Ibu menyimpan makna mendalam tentang pengorbanan yang tak terhitung dan kasih sayang yang tidak pernah mengenal kata pamrih. Bagi banyak orang, momen ini menjadi waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menyadari bahwa sosok Ibu adalah fondasi tak terlihat yang menopang kehidupan kita. Ia adalah pelabuhan pertama tempat kita belajar tentang penerimaan, kesabaran, dan keteguhan hati di tengah badai kehidupan yang paling sulit sekalipun.
Makna paling menyentuh dari sosok Ibu terletak pada kemampuannya untuk tetap menjadi "cahaya" meski dalam kegelapan pribadinya sendiri. Seorang ibu sering kali menyembunyikan lelahnya di balik senyum hangat, menelan keresahannya demi memastikan anak-anaknya merasa aman, dan melupakan mimpinya sendiri demi merajut mimpi masa depan keturunannya. Hari Ibu adalah pengingat bahwa di balik setiap kesuksesan seorang anak, ada doa-doa yang dipanjatkan dalam sunyi dan tangan-tangan yang kasar karena bekerja keras demi memberikan penghidupan yang layak. Inilah bentuk cinta yang paling murni; cinta yang memberi tanpa meminta kembali, dan menyayangi tanpa syarat.
Namun, bagi sebagian orang, Hari Ibu juga merupakan momen refleksi yang sarat dengan kerinduan mendalam. Bagi mereka yang telah kehilangan sosok ibu, hari ini menjadi ruang untuk mengenang kembali kehangatan pelukan dan nasihat yang kini hanya tinggal memori. Makna Hari Ibu pun meluas menjadi penghormatan terhadap "jejak kasih" yang ditinggalkan. Bahwa meskipun raga telah tiada, nilai-nilai kebaikan dan ketulusan yang diajarkan seorang ibu tetap hidup dan mengalir dalam setiap langkah kaki anak-anaknya. Kehilangan tersebut menyadarkan kita bahwa waktu adalah aset yang paling berharga untuk menyatakan kasih sayang sebelum semuanya menjadi kenangan.
Pada akhirnya, perayaan Hari Ibu yang paling sejati tidak terletak pada kado mewah atau buket bunga, melainkan pada kehadiran dan pengakuan atas segala dedikasinya. Menghargai ibu berarti memberikan telinga untuk mendengarkan ceritanya, memberikan waktu di tengah kesibukan, dan memberikan rasa hormat yang tulus setiap harinya. Hari Ibu adalah panggilan bagi kita semua untuk kembali ke fitrah manusia: untuk mencintai dan menghargai sosok yang telah menjadi jalan bagi kita melihat dunia. Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk lebih memuliakan ibu, bukan hanya melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata yang menyejukkan hatinya.
“C.A.T. (Cepat, Aktual, dan Terpercaya), M.B/Pan/Timred”


