Urip Iku Urup, Pesan Panmud Hukum PA Pulang Pisau Kepada Mahasiswa PPL

Urip Iku Urup, Pesan Panmud Hukum PA Pulang Pisau  Kepada Mahasiswa PPL

wawan 2

Pulang Pisau, hari Selasa 25 Mei 2021, setelah sebelumnya para mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin disambut baik oleh Ketua Pengadilan Agama Pulang Pisau, selanjutnya para mahasiswa diberikan pembekalan materi terkait apa saja tugas dari Panitera Muda Hukum. Materi ini disampaikan langsung oleh Bapak Aristyawan Akrom Masykuri, S.Ag, M.Hum selaku Panitera Muda Hukum di Pengadilan Agama Pulang Pisau. Beliau juga merupakan Pamong langsung dari para Mahasiswa yang melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Agama Pulang Pisau.

Sebelum menyampaikan materi, beliau bertanya terlebih dahulu kepada para mahasiswa mengenai apa saja jenis perkara yang termasuk pengelompokan perkara gugatan dan perkara permohonan. Para mahasiswa pun dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan baik. Selanjutnya beliau juga menjelaskan terkait tugas dari Meja 1, Meja 2, Meja 3 yang sekarang ini, disebut dengan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

  • 1. Meja 1 merupakan meja pendaftaran dimana bertugas menerima dan memeriksa berkas apakah termasuk gugatan atau permohonan dan kelengkapan berkas pendaftaran.
  • 2. Meja 2 merupakan meja yang membantu berjalannya berkas perkara hingga telah ditetapkannya Penetapan Majelis Hakim, penetapan Panitera Pengganti, penunjukan Jurusita atau Jurusita pengganti, serta menyerahkan berkas perkara kepada           Ketua Majelis Hakim.
  • 3. Meja 3 ialah meja pengeluaran produk dari Pengadilan Agama yaitu berupa Salinan Putusan maupun Penetapan dan Akta Cerai.

Dalam kesempatan itu pula, beliau memberikan sebuah wejangan dari bahasa jawa, Urip iku urup yang artinya hidup itu harus bermanfaat untuk banyak orang. Falsafah yang sangat simpel, namun sangat bermanfaat jika kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengatakan "kita dilahirkan di dunia ini bukan untuk berdiri sendiri, akan tetapi kita lahir untuk saling memberi, saling menolong dan saling membantu sesama tanpa ada rasa pamrih". Serta beliau menambahkan "ilmu itu tidak bermanfaat jika tidak dilandasi dengan adab di dalamnya." Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia. Merdeka! pungkas beliau menutup materinya.

  “C.A.T (Cepat, AKtual dan Terpercaya)”, Husnul/Magang/TimRed